Kalkulator Regresi Linear

Cocokkan garis kuadrat terkecil pada data berpasangan dan baca kemiringan, R², nilai p, interval kepercayaan, residual, serta prediksi di satu tempat.

Data

Masukkan x terlebih dahulu, lalu y. Dua kolom yang disalin dari spreadsheet dapat langsung ditempelkan, termasuk baris header. Gunakan koma untuk desimal, seperti 12,5.
Opsional. Hingga 50 nilai, dipisahkan dengan spasi.

Garis regresi

Garis kuadrat terkecil

Koefisien

SukuEstimasiGalat bakutpInterval {level}%

Varians yang dijelaskan

SumberdfJumlah kuadratKuadrat rata-rataFp

Kecocokan dan residual

Prediksi

Interval rata-rata mencakup rata-rata y pada x tersebut. Interval individu mencakup satu pengamatan baru, sehingga selalu lebih lebar.

xŷRata-rata {level}%Individu {level}%

Titik demi titik

xyŷy − ŷ

Rumus dan substitusi

b = Σ(x − x̄)(y − ȳ) ÷ Σ(x − x̄)²

a = ȳ − b·x̄

SSE = Σ(y − ŷ)²

SST = Σ(y − ȳ)²

R² = 1 − SSE ÷ SST

s = √(SSE ÷ (n − 2))

SE(b) = s ÷ √Σ(x − x̄)²

    Titik data dan setiap statistik Anda tetap berada di browser ini dan tidak pernah diunggah.

    Tanya Jawab

    Apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh R² kepada saya?

    R² adalah proporsi pergerakan naik-turun pada y yang dijelaskan oleh garis tersebut: 0,96 berarti 96% darinya selaras dengan x dan 4% tidak. Ini tidak menunjukkan apakah garis lurus merupakan bentuk yang tepat — kurva yang jelas pun masih bisa mendapatkan skor tinggi — jadi bacalah ini bersama dengan plot residual. Korelasi r adalah akar kuadrat dari R² yang membawa tanda kemiringan, itulah sebabnya r bernilai negatif untuk garis yang menurun.

    Apakah nilai p yang kecil berarti x menyebabkan y?

    Tidak. Nilai p hanya menjawab satu pertanyaan sempit: jika kemiringan sebenarnya adalah 0, seberapa sering sampel sebesar ini akan menghasilkan kemiringan setidaknya sejauh ini dari 0? Nilai yang kecil membuat penjelasan “tidak ada hubungan sama sekali” menjadi canggung, tidak lebih dari itu. Hubungan sebab-akibat membutuhkan desain penelitian di belakangnya — faktor ketiga yang menggerakkan kedua kolom, atau sampel yang tidak dikumpulkan secara independen, dapat menghasilkan nilai p yang kecil dengan sangat mudah.

    Mengapa prediksi dilengkapi dengan dua interval?

    Keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Interval rata-rata menanyakan di mana letak rata-rata y untuk semua orang pada x tersebut, sehingga hanya ketidakpastian pada garis itu sendiri yang diperhitungkan. Interval individu menanyakan di mana satu pengamatan baru akan jatuh, yang menambahkan penyebaran titik-titik di sekitar garis — suku tambahan itulah yang membuatnya selalu lebih lebar di antara keduanya. Keduanya melebar seiring x menjauh dari bagian tengah data Anda.

    Apakah penting kolom mana yang saya masukkan ke x?

    Ya. Kuadrat terkecil meminimalkan celah vertikal, sehingga memperlakukan y sebagai hal yang dijelaskan dan x sebagai hal yang menjelaskan. Jika Anda menukarnya, Anda akan mendapatkan kemiringan yang berbeda dan intersep yang berbeda — hanya r dan R² yang tetap sama. Masukkan variabel yang ingin Anda prediksi pada y; jika kolom dimasukkan terbalik, tombol tukar akan menulis ulang kolom tersebut di tempatnya.

    Memahami Metode Kuadrat Terkecil (Ordinary Least Squares)

    Metode kuadrat terkecil atau ordinary least squares (OLS) adalah fondasi matematika yang digunakan untuk mencocokkan garis lurus terbaik pada sekumpulan data berpasangan. Pendekatan ini bekerja dengan meminimalkan jumlah kuadrat dari selisih vertikal (residual) antara titik data aktual dan garis regresi yang dihasilkan.

    Dalam praktiknya, kalkulator ini melakukan perhitungan dalam dua tahapan menggunakan metode kompensasi penjumlahan (compensated summation). Teknik ini memastikan bahwa data dengan magnitudo yang sangat berbeda jauh tidak kehilangan presisi akibat pembulatan komputer. Rumus dasar yang digunakan untuk menghitung penyebaran dan pergerakan bersama adalah:

    • Sxx = Σ(xᵢ − x̄)²
    • Syy = Σ(yᵢ − ȳ)²
    • Sxy = Σ(xᵢ − x̄)(yᵢ − ȳ)

    Di mana x̄ adalah rata-rata dari variabel prediktor x, dan ȳ adalah rata-rata dari variabel respons y. Dari nilai-nilai penyebaran tersebut, kemiringan garis dan titik potong dihitung dengan rumus:

    • Kemiringan b = Sxy ÷ Sxx
    • Intersep a = ȳ − b·x̄

    Garis regresi linear ini bersifat searah. Karena metode kuadrat terkecil meminimalkan jarak vertikal pada sumbu y, menukar posisi variabel x dan y akan menghasilkan persamaan garis yang berbeda. Hanya nilai korelasi r dan koefisien determinasi R² yang tetap sama meskipun variabel x dan y ditukar.


    Interpretasi Koefisien Regresi dan Kekuatan Hubungan

    Setelah garis kuadrat terkecil dicocokkan, kalkulator akan menampilkan ringkasan model yang menjelaskan makna praktis dari angka-angka yang dihasilkan. Dua komponen utama dari persamaan garis ini adalah:

    • Kemiringan b: Menunjukkan perubahan rata-rata pada variabel y untuk setiap kenaikan satu satuan pada variabel x. Alat ini menyatakannya dengan kalimat: "Secara rata-rata, y berubah sebesar ‹slope› untuk setiap kenaikan 1 pada x.".
    • Intersep a: Menunjukkan posisi vertikal garis saat nilai x sama dengan nol. Alat ini menyatakannya dengan kalimat: "Di mana x adalah 0, garis berada pada y = ‹intercept›.".

    Untuk mengukur seberapa kuat hubungan linear antara kedua variabel, digunakan dua metrik utama:

    1. Korelasi r: Mengukur kekuatan dan arah hubungan linear. Nilainya berkisar antara −1 hingga 1, di mana tanda negatif menunjukkan hubungan yang berbanding terbalik.
    2. R² (Koefisien Determimasi): Menunjukkan proporsi variasi pada variabel y yang dapat dijelaskan oleh garis regresi. Nilai ini dihitung dari pembagian jumlah kuadrat regresi dengan jumlah kuadrat total (R² = SSR ÷ SST).
    3. R² yang disesuaikan: Menyesuaikan nilai R² berdasarkan jumlah titik data dan derajat kebebasan, dirumuskan sebagai 1 − (1 − R²)(n − 1) ÷ (n − 2).

    Pengujian Hipotesis dan Signifikansi Statistik

    Kalkulator ini melakukan pengujian hipotesis untuk menentukan apakah hubungan linear yang diamati pada sampel data bersifat signifikan secara statistik atau hanya terjadi karena kebetulan. Pengujian ini berfokus pada koefisien kemiringan (b) dengan hipotesis nol bahwa kemiringan sebenarnya adalah nol (tidak ada hubungan linear).

    Tabel koefisien menyajikan estimasi, galat baku (standard error), nilai t, dan nilai p untuk kemiringan dan intersep. Galat baku untuk kemiringan dihitung dengan rumus:

    SE(b) = s ÷ √Sxx

    Di mana s adalah penyebaran residual. Statistik uji t diperoleh dari pembagian estimasi koefisien dengan galat bakunya (t = b ÷ SE(b)). Nilai p dua arah kemudian dihitung menggunakan fungsi beta tidak lengkap teregularisasi berdasarkan derajat kebebasan n − 2. Jika nilai p sangat kecil, ini menunjukkan bahwa kemiringan garis secara signifikan berbeda dari nol. Pada model regresi linear sederhana dengan satu prediktor, uji F pada tabel Varians yang dijelaskan (ANOVA) akan menghasilkan nilai p yang persis sama dengan uji t pada kemiringan.


    Analisis Residual dan Grafik Kecocokan

    Keandalan model regresi tidak hanya ditentukan oleh nilai R² yang tinggi atau nilai p yang kecil. Analisis residual sangat penting untuk memverifikasi apakah asumsi-asumsi regresi linear terpenuhi. Residual (y − ŷ) adalah selisih antara nilai y aktual yang dimasukkan dengan nilai prediksi ŷ yang dihasilkan oleh garis.

    Kalkulator ini menyediakan dua visualisasi utama untuk membantu analisis ini:

    • Garis kecocokan: Menampilkan diagram pencar titik-titik dengan garis kuadrat terkecil dan pita di sekitar rata-ratanya. Grafik ini membantu melihat sebaran data asli terhadap model linear.
    • Residual: Menampilkan residual yang diplot terhadap x, tersebar di sekitar garis nol. Plot ini sangat penting untuk mendeteksi pola non-linear atau heteroscedasticity (kondisi di mana penyebaran residual tidak konstan di seluruh rentang nilai x). Jika plot residual menunjukkan pola melengkung atau berbentuk kipas, model linear mungkin tidak sepenuhnya tepat untuk data tersebut.

    Estimasi Interval dan Prediksi Nilai Baru

    Kalkulator ini memungkinkan Anda memasukkan nilai x tertentu untuk memprediksi nilai y (ŷ). Setiap prediksi dilengkapi dengan dua jenis interval kepercayaan yang memiliki tujuan berbeda:

    Jenis Interval Deskripsi Rumus Galat Baku (SE)
    Rata-rata ‹level›% Mengestimasi letak rata-rata nilai y untuk seluruh populasi pada titik x₀ tertentu. Hanya memperhitungkan ketidakpastian posisi garis itu sendiri. s · √(1÷n + (x₀ − x̄)² ÷ Sxx)
    Individu ‹level›% Mengestimasi letak satu pengamatan baru di masa mendatang pada titik x₀ tersebut. Memperhitungkan ketidakpastian garis ditambah variabilitas titik-titik di sekitar garis. s · √(1 + 1÷n + (x₀ − x̄)² ÷ Sxx)

    Karena adanya komponen variabilitas individual (angka 1 tambahan di dalam akar pada rumus), interval individu selalu lebih lebar daripada interval rata-rata. Kedua interval ini akan semakin melebar seiring posisi x₀ bergerak menjauh dari rata-rata sampel (x̄). Jika Anda memasukkan nilai x yang berada di luar rentang data asli, kalkulator akan memberikan label "di luar data" disertai catatan bahwa garis tersebut diperpanjang melewati apa yang ditunjukkan oleh data (ekstrapolasi).


    Aturan Penggunaan dan Batasan Matematis

    Untuk memastikan perhitungan berjalan dengan benar, terdapat beberapa aturan input dan batasan matematis yang perlu diperhatikan:

    • Format Desimal: Alat ini mendukung penggunaan titik (misalnya 12.5) atau koma (misalnya 12,5) sebagai pemisah desimal. Jika menggunakan titik, nilai dalam daftar harus dipisahkan dengan spasi, koma, atau baris baru. Jika menggunakan koma, pemisah nilai harus berupa spasi, titik koma, atau baris baru.
    • Baris Header: Jika Anda menyalin dua kolom data langsung dari spreadsheet, baris pertama yang berisi teks non-numerik akan otomatis dianggap sebagai nama kolom dan dilewati tanpa menimbulkan galat.
    • Batas Data: Alat ini mendukung minimal 2 titik data, dengan batas maksimum hingga 50.000 titik atau ukuran teks tempel maksimal 1 MB. Prediksi nilai y dibatasi hingga maksimal 50 nilai sekaligus.
    • Kondisi Batas Khusus:
      • Tepat dua titik: Menampilkan pesan "Dua titik menentukan garis secara tepat, sehingga tidak ada sisa untuk mengestimasi ketidakpastian.".
      • Kecocokan sempurna: Jika semua titik berada tepat pada garis, alat menampilkan pesan "Titik-titik berada tepat pada garis, sehingga tidak ada penyebaran residual dan tidak ada interval atau nilai p yang dapat diestimasi.".
      • Nilai Y konstan: Jika semua nilai y sama, garis akan mendatar dan memicu pesan "Setiap y bernilai sama, sehingga garisnya datar dan r, R², serta uji signifikansi tidak terdefinisi.".
      • Garis vertikal (Nilai X konstan): Jika semua nilai x sama, kalkulator akan menghentikan perhitungan dengan galat "Setiap x bernilai sama, sehingga garis akan vertikal dan kemiringan membagi dengan nol.".

    Keamanan Data dan Pemrosesan Lokal

    Privasi data Anda sepenuhnya terjaga saat menggunakan alat ini. Seluruh proses perhitungan statistik, pembuatan grafik, dan analisis data dilakukan secara lokal di dalam browser web Anda. Tidak ada data titik atau hasil kalkulasi yang diunggah ke server eksternal mana pun.


    Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

    Apakah penting kolom mana yang saya masukkan ke x?
    Ya. Kuadrat terkecil meminimalkan celah vertikal, sehingga memperlakukan y sebagai hal yang dijelaskan dan x sebagai hal yang menjelaskan. Jika Anda menukarnya, Anda akan mendapatkan kemiringan yang berbeda dan intersep yang berbeda — hanya r dan R² yang tetap sama. Masukkan variabel yang ingin Anda prediksi pada y; jika kolom dimasukkan terbalik, tombol tukar akan menulis ulang kolom tersebut di tempatnya.

    Mengapa prediksi dilengkapi dengan dua interval?
    Keduanya menjawab pertanyaan yang berbeda. Interval rata-rata menanyakan di mana letak rata-rata y untuk semua orang pada x tersebut, sehingga hanya ketidakpastian pada garis itu sendiri yang diperhitungkan. Interval individu menanyakan di mana satu pengamatan baru akan jatuh, yang menambahkan penyebaran titik-titik di sekitar garis — suku tambahan itulah yang membuatnya selalu lebih lebar di antara keduanya. Keduanya melebar seiring x menjauh dari bagian tengah data Anda.

    Apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh R² kepada saya?
    R² adalah proporsi pergerakan naik-turun pada y yang dijelaskan oleh garis tersebut: 0,96 berarti 96% darinya selaras dengan x dan 4% tidak. Ini tidak menunjukkan apakah garis lurus merupakan bentuk yang tepat — kurva yang jelas pun masih bisa mendapatkan skor tinggi — jadi bacalah ini bersama dengan plot residual. Korelasi r adalah akar kuadrat dari R² yang membawa tanda kemiringan, itulah sebabnya r bernilai negatif untuk garis yang menurun.

    Apakah nilai p yang kecil berarti x menyebabkan y?
    Tidak. Nilai p hanya menjawab satu pertanyaan sempit: jika kemiringan sebenarnya adalah 0, seberapa sering sampel sebesar ini akan menghasilkan kemiringan setidaknya sejauh ini dari 0?. Nilai yang kecil membuat penjelasan “tidak ada hubungan sama sekali” menjadi canggung, tidak lebih dari itu. Hubungan sebab-akibat membutuhkan desain penelitian di belakangnya — faktor ketiga yang menggerakkan kedua kolom, atau sampel yang tidak dikumpulkan secara independen, dapat menghasilkan nilai p yang kecil dengan sangat mudah.